[Book Review] Malice, Catatan Pembunuhan Sang Novelis - Keigo Higashino


Halo teman-teman. Selamat datang di review buku pertamaku di blog ini. Akhirnya setelah berkutat dengan segala pengaturan teknis blog, postingan ini bisa naik tayang juga. Nah, tanpa banyak basa-basi, mari kita lanjut. 


Kali ini, aku ingin mengulas sebuah novel terjemahan Jepang berjudul Malice. 


Happy Reading!






Identitas Buku:


Judul: Malice, Catatan Pembunuhan Sang Novelis

Pengarang: Keigo Higashino

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Alih Bahasa: Faira Ammanda

Editor: Rara

Sampul: Martin Dima

Jumlah Halaman: 304 hlm

Genre: Misteri

Media Baca: Gramedia Digital


Blurb:


Novelis laris Hidaka Kunihiko ditemukan tewas di rumahnya pada malam sebelum ia meninggalkan Jepang untuk pindah ke Kanada. Tubuhnya ditemukan di ruang kerjanya yang terkunci di rumahnya yang juga terkunci oleh istri dan sahabatnya. Keduanya punya alibi kuat. Mungkin.


Detektif Kaga Kyoichiro yang menyelidiki kasus pembunuhan tersebut menemukan bahwa hubungan Hidaka dengan sang sahabat, Nonoguchi Osamu, tidak seperti yang diceritakan oleh Nonoguchi. 


Tapi pertanyaan yang paling mengusik Kaga bukanlah siapa atau bagaimana, melainkan kenapa. 


Dari situlah sang detektif dan sang pembunuh bertarung membeberkan kebenaran tentang masa lalu dan masa kini versi masing-masing. Dan jika Kaga gagal menguak motif sang pembunuh yang sebenarnya, kebenaran takkan terungkap seutuhnya.


Malice merupakan novel dari seri Detektif Kaga karya Keigo Higashino yang paling laris dan paling banyak dipuji.



Review:

Ini adalah buku kedua Keigo Higashino-sensei yang pernah kubaca, setelah The Newcomer. Darisanalah muncul ketertarikanku terhadap Detektif Kaga. Aku sudah membuat ulasan The Newcomer di akun instagramku, @nidacsal_books. Kalau ingin lihat, silakan klik disini

Karena itu, aku tertarik untuk melanjutkan membaca novel Keigo-sensei yang lain dan aku memilih novel ini yang digadang-gadang sebagai karya beliau yang 'paling laris dan paling banyak dipuji'.

"Setiap orang pasti menyimpan rahasia, dan seharusnya mereka juga berhak untuk tetap menyimpan rahasia itu, termasuk yang sudah meninggal." -hlm 58.

Cerita ini diawali dari sudut pandang Nonoguchi Osamu, sahabat Hidaka Kunihiko sebelum terjadinya pembunuhan. Walau memiliki lumayan banyak tokoh, cerita berpusat pada 3 tokoh saja, yaitu Detektif Kaga Koichiro, Nonoguchi Osamu, dan Hidaka Kunihiko. 

Aku yakin pembaca pasti bisa menyimpulkan siapa pelakunya dengan cepat di halaman awal, karena memang terlihat cukup jelas. Tapi, fokus cerita bukanlah tentang 'siapa pembunuhnya', melainkan 'kenapa dia membunuhnya'. 

Pelaku berhasil ditemukan dan ditangkap di 1/3 halaman novel, tapi masalah belum selesai sampai disana. Kita akan diajak untuk menemukan motif pelaku. Apa alasan yang membuat pelaku sampai membunuh sang penulis, Hidaka Kunihiko. Apalagi, masalah semakin rumit karena pelaku tidak mau mengakui apa-apa kepada polisi. Detektif Kaga Koichiro pun harus mengerahkan segala kemampuannya untuk memecahkan misteri itu. 

Sejujurnya, ini adalah pertama kalinya aku membaca novel detektif yang berfokus pada motif, bukan pencarian pelaku. Metode yang memberi nuansa berbeda dari novel detektif lain yang pernah kubaca. Sepanjang cerita, aku rada greget sih. Kenapa pelakunya nggak ngaku-ngaku? Sebenarnya apa yang ingin dia sembunyikan sampai sebegitunya? Pertanyaan seperti ini memenuhi pikiranku selama membacanya. 

"Bagi para penulis, karya adalah belahan jiwa mereka. Atau dalam bahasa yang lebih sederhana, mereka menganggap karya mereka sudah seperti anak sendiri. Penulis mencintai karya yang dilahirkannya layaknya para orang tua di dunia yang mencintai anak-anak mereka." -hlm 179.

Terjemahannya enak dan mudah dibaca. Apalagi aku udah membiasakan diri dengan gaya bahasa Keigo-sensei, jadi progress baca novel ini berjalan lebih cepat dibanding saat membaca The Newcomer. 

Kita akan diajak menelusuri kasus dengan dua sudut pandang bergantian setiap bab, yaitu Detektif Kaga dan Nonoguchi Osamu.

Masa lalu Detektif Kaga saat masih menjadi guru juga dimasukkan disini. Rada nyesek juga sih. Sekolah yang seharusnya menjadi lembaga pembina anak-anak, bisa menjadi neraka untuk anak itu sendiri.

Novel ini juga menyinggung isu sosial. Salah satunya yaitu budaya membaca, seperti pengaruh orang tua dalam mengembangkan minat baca anak. Selain itu, ada juga unsur perisakan yang bikin miris dan kesel. Apalagi pas bagian dimana pelaku perisakan menganggap perbuatannya di masa lalu hanya sesederhana kejahilan anak-anak. 

"Yang membuatnya takut bukanlah kekerasan, melainkan energi orang-orang yang membencinya." -hlm 226.

Bab-bab yang ada disajikan dengan padat, jadi harus super fokus membacanya. Kalau tidak, bisa-bisa kelewatan info penting. Ini yang membuatku agak kurang nyaman. 

Ada beberapa misteri yang nggak ada petunjuknya sebelumnya. Jadi pemecahannya terkesan out of the blue gitu. Jadi kurang berkesan. Dan masih ada bagian-bagian yang mengganjal, terasa kurang penjelasan. 

Hanya saja, plot twistnya memang lebih edan dari The Newcomer. Nggak kepikiran kalau pelakunya sampai berbuat sejauh itu. Tapi secara plot keseluruhan, aku masih lebih suka The Newcomer. 

Satu saranku bagi yang ingin membaca novel ini. Nggak usah nebak-nebak, oke?

"Saat guru mengatakan, 'tidak ada perundungan', sebenarnya yang ingin dia katakan adalah 'semoga tidak ada perundungan'" -hlm 289.

Personal Rating: 3,8★

Demikian ulasannya. Semoga dapat membantu teman-teman sekalian. Sampai jumpa di ulasan buku selanjutnya. 

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Hai, Kak. Aku mampir nih ^^ Semoga selalu semangat nge-blognya ya, Kak.

    Setelah baca ini aku jadi makin penasaran sama karyanya Keigo Higashino. Selama ini, untuk buku2 misteri jepang aku cuma baca karyanya Akiyoshi Rikako dan Minato Kanae. Sudah waktunya aku lebih eksplore ke penulis lain.

    Makasih untuk reviewnya kak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, makasih ya udah mampir:) Makasih juga untuk dukungannya! Tambah semangat ini^^

      Aku juga baca Akiyoshi Rikako sama Minato Kanae. Udah jadi penulis autobuy. Aku sendiri juga nggak tahu banyak soal penulis misteri jepang, tapi aku sering cocok, jadi aku juga bakal baca lebih banyak novel misteri dari jepang. Semoga kakak cocok dengan novel ini ya:)

      Maaf balasnya telat, aku baru mulai sekolah offline dan ini laptop punya ibu juga, jadi jarang periksa blog^^

      Hapus