Halo, teman-teman!
Apa kabar?
Nggak terasa udah akhir tahun aja. Banyak hal yang terjadi tahun ini dan waktu berlalu sangat cepat. Tahun ini buatku lumayan kacau sih. HPku juga rusak, stok fotonya pada ilang. Aku buka IG pake hp ayahku, tapi gak mood buat upload. Padahal masih punya utang review, huhu.
Di tahun ini, terutama beberapa bulan terakhir, semangat bacaku menurun drastis. Rata-rata aku cuma baca tiga buku per bulan. Tapi sebaliknya, aku lumayan semangat baca komik. Aku mulai mengutamakan beli komik dibanding novel dan mengoleksi beberapa judul populer, kayak Spy x Family, Jibaku Shounen Hanako-kun, Detective Conan dan semacamnya.
Btw, list ini nggak diurut sesuai peringkat ya, tapi berdasarkan kapan aku membacanya. Kalau begitu, mari kita mulai membahas tujuh novel terbaikku tahun ini!
1. Girls in The Dark - Akiyoshi Rikako
Sebenarnya, aku udah nonton filmnya dulu sebelum baca bukunya. Sebenarnya aku pingin baca novelnya aja, karena aku bukan penggemar film, tapi karena saking penasarannya, tapi belum punya duit buat beli bukunya, jadi (terpaksa) nonton filmnya duluan. Nggak mengecewakan sih. Twist dan ketegangannya dapet.
Dan ketika akhirnya bisa baca novelnya, bener-bener kerasa bedanya. Novelnya diceritakan dengan sudut yang tidak biasa, yaitu lewat pembacaan naskah tentang analisis anggota Klub Sastra tentang kematian Shiraishi Itsumi, ketua mereka. Termasuk siapa saja yang mereka curigai.
Pembawaannya asik dan terjemahannya mengalir. Aku bahkan sampai merinding waktu baca bagian endingnya, padahal udah tau apa yang bakal terjadi. Nggak heran banyak orang menjadikan novel ini sebagai salah satu yang terbaik dari karya-karya Akiyoshi Rikako-sensei.
2. Scars and Other Beautiful Things - Winna Efendi
Sebenarnya, aku bukan penggemar novel bertema mental health, karena sering ngerasa terlalu relate dan alasan pribadi lainnya. Tapi karena kemaren itu lagi ikutan Baca Bareng sama teman-teman bookstagrammer yang lain dan buku ini menjadi salah satunya, alhasil aku ikut baca.
Ini adalah buku pertama yang aku baca dari Winna Efendi. Dari dulu, aku memang udah pingin coba baca karya beliau.
Gaya menulisnya bener-bener ala terjemahan barat. Kalau nggak tau penulisnya, aku pasti ngira buku ini beneran terjemahan.
Walau bertema sexual harassement, tapi ternyata penyampaiannya nggak seberat yang aku duga. Buku ini dimulai dengan usaha korban, Harper untuk bangkit setelah kejadian menyakitkan itu. Ceritanya juga nggak disampaikan dengan begitu emosional, sehingga nggak nyesek-nyesek amat.
Hubungan keluarga serta usaha Harper memberi rasa heartwarming ditengah-tengah kekalutan yang dirasakan orang disekitarnya pula.
Buku ini kurekomendasikan buat teman-teman yang ingin membaca dan memahami perasaan korban terkait mental health dan sexual harassement.
3. The Paragon Plan - Aranindy
Walau udah pernah baca novel ini sampai tamat di wattpad, sebagai penggemar setia, tentu aku harus koleksi versi fisiknya juga.
Novel ini menceritakan tentang proses audisi pemilihan cast untuk film Estuaria, yang diangkat dari novel berjudul yang sama.
Salah satu keunikan novel ini adalah bagaimana penulis menggabungkan dua cerita menjadi satu, kisah Elgar-Katyana sebagai tokoh utama dalam novel Paragon Plan ini, dan Vino-Grisha sebagai tokoh utama dalam cerita Estuaria. Itu pun tanpa membuat transisinya terasa memaksa.
Alur ceritanya super menarik dan nggak predictable, chemistry tokoh utamanya juga out of the world walau nggak begitu banyak porsinya, dan karakternya juga pada kuat, baik pemeran utama baik sampingan. Semuanya punya porsi yang pas.
Kalau diurutin, novel ini mungkin peringkat kedua dari Broadcasting Series ini. Aku lagi nggak sabar nunggu novel The Confidante Plot, novel keempat dari seri yang sama, serta peringkat pertama favoritku. Can't wait!
4. Ferris Wheel At Night - Minato Kanae
Aku cukup galau milih antara Penance dan judul ini. Tapi karena aku lebih bisa relate sama Ferris Wheel At Night, makanya aku pilih yang ini. Dari pengamatanku, nggak banyak yang favoritin novel ini. Mungkin karena alurnya nggak segila pendahulunya, Confession dan Penance. Plot twistnya juga gak semeledak keduanya.
Tapi, aku pribadi menyukai novel ini. Salah satu alasannya adalah tema yang diangkat, yaitu keadaan setelah sebuah kasus pembunuhan, baik bagi keluarga maupun tetangga. Apalagi pelaku dan korban adalah ibu dan ayah dalam keluarga tersebut. Kita akan diajak melihat bagaimana sudut pandang dan keadaan para tetangga sekitar dan anak-anak keluarga tersebut.
Kalau biasanya cerita misteri cuma berpusat pada pengungkapan misteri, dalam buku ini kita diajak untuk menelusuri kondisi psikologis orang-orang disekitar.
Unsur kekeluargaan dan kehidupan bertetangga yang realistis, itulah yang membuat aku menyukai novel ini. Bagaimana kehidupan yang indivualistis menjadikan interaksi dengan sekitar menipis drastis, sampai ke titik tidak peduli lagi.
Apalagi, khas Minato Kanae-sensei, kasusnya nggak rumit, tapi fokusnya lebih ke pemikiran dan kegelapan hati manusia, hal lain yang aku sukai dari karya beliau.
5. Second Sister - Chan Ho Kei
Salah satu novel favorit sejuta umat tahun ini. Entah udah berapa kali aku ngeliat novel ini masuk list best book in 2021 dari teman-teman bookstagrammer. Nggak heran sih, novel ini sempet booming banget tahun kemaren. Aku juga kemakan hype, dan nggak nyesel sama sekali.
Hal menarik dari novel ini adalah unsur cyber crime dan hacker yang menjadi keahlian tokoh utama novel ini, Detektif N. Usaha penyelidikan yang menjadikan teknologi dan internet sebagai sumber informasi, berbeda dengan novel detektif konvensional lain. Unik, kan?
Walau tebelnya sampai 600 halaman, tapi worth it banget. Terjemahannya juga mulus banget. Banyak unsur kekinian yang terkandung dalam novel ini, seperti cyber bullying, sexual harassement, dsb.
Jadi, bagi yang ngaku penggemar misteri dan cerita detektif, harus banget baca novel ini!
6. Represi - Fakhrisina Amalia
Salah satu novel bertema mental health lain yang berhasil aku selesaiin tahun ini. Kalo nggak salah, waktu itu aku baca novel ini untuk ikut challenge, tapi karena kemalasan, jadi telat upload reviewnya, hahaha.
Novel ini jadi salah favoritku karena aku ngerasa sangat relate sama ceritanya, bahkan aku sampai nangis, padahal baru baca satu chapter.
Konflik dalam keluarga yang diangkat juga sangat realistis. Nggak berlebihan, tapi pas dan bisa dipahami semua orang, apalagi remaja. Novel ini juga menceritakan tentang toxic relationship. Aku jadi paham kenapa seseorang bisa terjerumus dalam lingkaran setan hubungan seperti itu sekaligus kenapa mereka sulit keluar, padahal tahu sudah disakiti. Penulis membangun suasana dan sebab akibat dengan jelas, sehingga masuk akal kenapa tokoh utama, Anna, jadi sedesperate itu, bahkan sampai berniat bunuh diri.
Salah satu novel mental health yang aku sangat aku rekomendasikan, terutama bagi teman-teman yang masih remaja dan beranjak dewasa, agar tidak mengulangi kejadian buruk yang menimpa sang tokoh utama.
Dan sampailah kita pada buku terakhir dari daftar ini. Real Face adalah novel misteri detektif terjemahan Jepang. Tapi yang unik adalah novel ini juga mengangkat tema bedah kecantikan. Tema yang nggak biasa kan?
Kita akan diajak menelusuri misteri pembunuhan berantai yang terjadi beberapa tahun lalu, serta hubungannya dengan seorang dokter bedah kecantikan yang mengaku sebagai nomor satu, Hiiragi Takayuki.
Proses operasi bedahnya dijelaskan dengan detail, sampai bikin ngilu sendiri. Novel ini juga menjelaskan tentang bedah kecantiikan dari sudut pandang yang berbeda dari yang selama ini beredar di masyarakat. Walau aku nggak setuju dengan prinsip Hiiragi, tapi tetap menarik untuk melihatnya dari sudut pandang yang lain.
Misterinya dikupas satu demi satu, perlahan-lahan selagi kita mengenal pribadi dokter Hiiragi lebih dalam, hingga akhirnya ketegangan memuncak dan kebenaran yang mengejutkan terungkap. Aku nggak nyangka sama sekali dengan plot twistnya. Nggak heran judulnya 'Real Face'.
.
.
Demikianlah best book in 2021 versi aku. Apa teman-teman pernah membaca novel-novel yang aku sebutin ini? Bagikan pendapatnya juga ya. Aku juga udah mengulas semua novel ini di instagramku @nidacsal_books. Kalau penasaran, silakan berkunjung ya^^
Aku berharap tahun ini aku bisa baca lebih banyak buku dan mendapat lebih banyak buku dan penulis favorit lainnya.
Sampai jumpa di postingan selanjutnya!!







0 Komentar