[Animanga] Review Summertime Rendering: Anime yang Campur Aduk


[Perhatian! Postingan ini mengandung spoiler anime Summertime Rendering]



Judul: Summertime Rendering

Jumlah Episode: 25

Sumber: Manga

Genre: Mystery, Supernatural, Suspense

Score MAL: 8.48

Jadwal Tayang: Musim Semi 2022

Keterangan: Sudah Tamat 

Ratingku: 6.5/10


Blurb:

Shinpei Ajiro pulang ke kampung halamannya, Pulau Hitogashima setelah dua tahun menempuh pendidikan di Tokyo. Ia kembali untuk menghadiri pemakaman teman masa kecilnya, Ushio Kofune. Akan tetapi, misteri demi misteri mulai terkuak begitu Shinpei mengetahui lebih dalam terkait kematian Ushio dan keanehan yang melingkupinya.  


Review:


Pros:

1. Suspense-nya kerasa banget 

Konsep time travel yang digunakan mangaka membuat stake dalam cerita ini menjadi sangat tinggi. Fakta bahwa Shinpei tidak bisa melakukan perjalanan waktu secara tidak terbatas, antagonis utama yang juga memiliki ingatan dari garis waktu sebelumnya membuatku selalu deg-degan akan kelanjutan cerita dan penasaran dengan strategi yang bisa digunakan untuk melawan musuh sekuat dan secerdik Haine. 


2. Adu strategi yang keren

Seperti yang sudah kujelaskan, Shinpei dan antagonis utama punya jumlah informasi yang serupa, jadi kuncinya adalah siapa yang bisa mengelabui musuhnya terlebih dahulu. 

Aku suka banget strategi Shinpei di episode 15 dan episode 21 terutama. Apalagi bagaimana kedua belah pihak berusaha mengecoh dan menyerang dari sudut yang tidak disangka-sangka. 

Aku pribadi suka karena pihak antagonisnya tidak bodoh. Angkuh iya, tapi bisa mengamati sekeliling dengan cermat dan menggunakan informasi yang diketahui untuk mendahului lawan. 


3. Dialek yang digunakan

Penonton yang belum familiar dengan bahasa Jepang mungkin tidak sadar, tapi tokoh-tokoh dalam anime ini berbicara dengan menggunakan dialek Kansai yang berbeda dengan anime kebanyakan yang biasanya menggunakan bahasa Jepang standar.

Aku sendiri suka dengar orang bicara dengan dialek ini. Entah kenapa asik aja didengar. Aku familiar dengan dialek ini gara-gara anime Detektif Conan. Bagi yang nonton juga, pasti tau kalau Heiji Hattori selalu bicara pakai dialek Kansai (dialek Osaka nama lainnya).

Makanya aku jadi tau beda dialek ini sama yang lain. Jadi waktu aku nonton Summertime Rendering langsung kaget gara-gara tokohnya pada makai dialek Kansai yang jadi salah satu poin plus buatku. 


4. Romansa yang oke




Sebagai penggemar romance, aku udah wanti-wanti waktu liat posternya. Dan ternyata bener. Ada unsur romance dalam anime ini yang cukup kental. Jiwa shipperku langsung bahagia:D 

Aku gak suka cinta segitiga, jadi lega karena anime ini udah menegaskan siapa pasangan utamanya (sori, Mio;) Dan menurutku, dinamika Shinpei dan Ushio ditampilkan dengan baik. Walau pernyataan cinta Ushio terjadi kecepetan (episode 4 lho!), tapi interaksi keduanya di episode-episode berikutnya cukup untuk memperkuat chemistry mereka. 

Aku seneng karena hubungan Ushio-Shinpei ini seimbang. Bukan jenis hubungan berat sebelah dimana cuma satu pihak yang keliatan tertarik, tapi narasinya mengarah pada hubungan romantis walaupun pihak lain gak menampakkan rasa lebih sama sekali. Aku sering banget nemu yang kayak gini di animeTT. Jadi kejelasan percintaan di Summertime Rendering ini bikin aku bahagia banget. 


Cons:


1. Tokoh-tokoh yang kurang mencolok

Selain Shinpei, Ushio, dan Hizuru (favoritku!), tokoh-tokoh yang lain gak begitu memorable. Mio, Sho, Tokiko, dan yang lain-lain terlalu biasa dan gak unik, jadinya mudah dilupain. Nezu okelah. 

Untuk antagonis, jujur aku bingung. Untuk Shide sih biasa aja, tokoh jahat yang ingin mengakhiri dunia. Klasik. Haine memang pantas jadi antagonis, apalagi dia cerdas. Tapi latar belakangnya yang lumayan membingungkan dan sisi anak-anaknya dikemas dengan kurang rapi, jadinya berantakan banget. Ini berkaitan dengan poin selanjutnya yang ingin aku bahas.


2. Terlalu banyak elemen

Time travel, misteri pembunuhan, makhluk dan peristiwa supernatural, kepercayaan pulau, legenda dewa, sampai dunia lain. Semuanya bercampur-aduk dalam 25 episode. Alur yang pada awalnya punya pondasi yang kuat dengan misteri dan sedikit fiksi sains dan fantasi jadi kacau gara-gara munculnya Haine dan Dewa Hiruko. 

Cerita yang tiba-tiba jadi full fantasy dan aksi membuatnya plotnya jadi membingungkan dan aneh. Jadinya di pertengahan cerita, ketertarikanku pada ceritanya jadi naik turun. Terutama akhir cerita, pertarungan dengan Shide di dunia asal Haine. Tiba-tiba berpindah ke dunia lain, padahal sebelumnya latarnya berakar pada pulau biasa dan manusia biasa. 

Makanya aku agak ragu untuk merekomendasikan anime ini. Awalnya aku suka banget, apalagi twist-twistnya. Tapi makin lama makin berubah menjadi fantasi berat yang muncul tiba-tiba. 


3. Kekuatan Bayangan Ushio yang kurang jelas

Jadi Bayangan Ushio itu sebenarnya apa sih? Sepahamku, dia itu berasal dari mata kanan Haine yang lepas akibat syok setelah memakan adik Hizuru, temannya. Sejauh itu aku ngerti. 

Tapi masih ada terlalu banyak pertanyaan lain. Kenapa mata Haine punya kemampuan untuk berubah menjadi bayangan? Kenapa Ushio? Kenapa Bayangan Ushio bisa lepas dari kendali Haine? Kenapa dia bisa bertarung dengan rambutnya, padahal bayangan lain gak? Bagaimana konsep time travel Ushio yang terjadi di akhir cerita? 

Terlalu banyak hal yang gak aku pahami dari Bayangan Ushio. Aku gak tau apakah ini memang kurang detail dari manganya atau animenya motong penjelasan yang ada di manga. Soalnya manganya sendiri ada 129 chapter yang diadaptasi jadi 25 episode. Jadi gak aneh kalo ada yang kurang jelas. 

Manga reader, kasih penjelasan dong. 

.

.

Kesimpulan, Summertime Rendering adalah anime yang menjanjikan di awal, tapi punya naik dan turun yang cukup ekstrim dari segi kualitas, mempengaruhi tingkat kepuasan penonton. 

Aku sendiri lumayan enjoy dengan ceritanya. Kalau kamu bisa menoleransi unsur fantasi yang tiba-tiba muncul kayak hantu, mungkin kamu bakal lebih suka anime ini. 

Posting Komentar

0 Komentar