[Book Review] Bokutachi no Unmei - Orihara Ran

Bagi yang ngikutin aku di instagram, mungkin tau kalau aku fans beratnya kak Aranindy. Saking ngefansnya, aku sampai berburu novel-novel lamanya yang ditulis dengan nama pena Orihara Ran. Jadi Kak Ran dulu punya project Alphabet Series. Judul novelnya ditulis sesuai urutan abjad. Jadi buku pertama berawalan 'A', buku kedua 'B' dan seterusnya. Sampai sekarang, sudah ada 7 novel dalam series ini, sampai huruf E. 

Sebagian besar dari series ini juga udah pernah kureview di instagram. Walaupun dibilang series, tapi nggak harus dibaca berurutan. Tiap novel punya tokoh utama yang berbeda-beda. Paling ada beberapa tokoh yang jadi cameo numpang lewat di buku lain. 

Mungkin ada yang heran kenapa novelnya ada 7 padahal E huruf kelima dalam abjad? Karena ada 2 judul yang termasuk duologi, yaitu Chouzetsu no Hogosha sama Doki-Doki Game. 

Masih banyak fans Kak Ran yang berharap agar beliau melanjutkan Alphabet Series ini. Aku sendiri mah apapun cerita yang ditulis Kak Ran, mau Broadcasting Series ataupun Alphabet Series, bakal tetep kuserbu, wkwkw.

Nah, novel Bokutachi no Unmei ini adalah novel kedua dari series ini.

Tanpa berpanjang-panjang, mari kita masuk ke ulasannya.




Identitas Buku:

Judul: Bokutachi no Unmei

Pengarang: Orihara Ran

Penerbit: DIVA Press

Editor: Misni Parjiati

Tata Sampul: @ruri_hefni

Tata Isi: Ika Tyana

Pracetak: Antini, Dwi, Yanto

Jumlah Halaman: 236 hlm

Cetakan Pertama, Oktober 2012


Blurb:

Dia bukan sekadar gadis aneh yang tidak memiliki emosi. Dia memiliki sense yang unik dalam berakting.

***

Itulah kesan pertama Asaoka Ichi, artis yang terkenal dengan kemampuan akting dan gayanya yang cool, terhadap lawan mainnya dalam drama “Bokutachi no Unmei”, Hinagizawa Kanon. Gadis yang tak pernah lepas dari snack stik Pocky itu seakan-akan tak memiliki emosi. Cara bicara dan sikapnya lambat. Ekspresinya pun datar.

Namun, Ichi (sang aktor) dibuat tercengang saat menyadari kemampuan akting Hinagizawa Kanon. Saat berakting, kepribadian Kanon seolah-olah hilang, berganti dengan kepribadian tokoh yang dimainkan. Awalnya, cowok cool itu tak mau repot berurusan dengan Kanon. Baginya, Kanon terlalu abnormal dan tak bisa dimengerti.

Ternyata, berhadapan dengan Kanon, Ichi yang dikenal dingin, tidak peduli, dan tidak mau ikut campur urusan orang lain itu, perlahan-lahan berubah tanpa bisa dikendalikan. Keanehan Kanon yang begitu nyata di depan matanya, ternyata sanggup membuat laki-laki itu akhirnya menoleh.

Keanehan seperti apa yang mampu membuat cowok cool dan cuek seperti Ichi menjadi peduli? Bagaimana cowok cool ini mengatasi gejolak hatinya?

Ikuti kisah romantis nan segar yang disajikan dengan bahasa yang lincah khas komik ini.

Di balik gerak-gerik lamban serta tingkah laku anehnya, gadis itu memiliki sebuah kemampuan untuk membuat orang lain terpengaruh oleh pembawaan serta kepercayaan diri yang ditunjukkannya di saat-saat tertentu.

Si Kura-kura Cantik yang Mengejutkan!


Ulasan:


"Karena pandangan mata kita terbatas, biasanya kita cuma melihat apa yang ada di depan kita. Tapi, jangan pernah berhenti untuk melihat." -hlm 18.


Dari semua novel kak Ran yang pernah kubaca, ini novel pertama yang dominan bercerita dari sudut pandang male leadnya. Walaupun nggak banyak bedanya juga sih. Tetap asik diikuti.

Yang udah baca Aidoru no Sekai ni Yoroshiku pasti tahu siapa Asaoka Ichi ini. Yup, dia adalah sahabatnya Hyogo yang sempat naksir Mine. Mereka bahkan sempat menjadi rival cinta. Tapi di novel ini, dia sudah sepenuhnya merelakan Mine untuk Hyogo. Dan tak lama setelah cinta pertamanya kandas, Ichi bertemu Kanon. 

Disini, sifat dingin Ichi juga digambarkan dengan baik. Bukan sekadar menulis 'Ichi itu dingin' tapi dijabarkan dalam tindakan dan perkataannya. Aku dapet vibe dinginnya. Aku seneng, soalnya di Aidoru, walaupun katanya Ichi itu dingin, aku nggak dapet kesan dinginnya. Penulis hanya mengulang kata dingin berkali-kali, sementara banyak tindakan Ichi yang nggak mencerminkan sikap 'dingin' itu. 

Aku baca novel ini tepat setelah menyelesaikan novel Aidoru, novel pertama beliau. Dan aku bisa melihat betapa berkembangnya kemampuan menulis Kak Ran. Gaya bahasanya lebih baku dan narasinya nggak garing. Walau ada beberapa kata yang repetitif, seperti 'idola top', 'lamban', tapi bisa tertutupi dengan alurnya yang unik dan menarik.


"Di dunia entertainment, membantu orang, apalagi orang yang tidak dikenal dengan mengorbankan diri sendiri bukanlah sesuatu yang wajar. Mungkin Ichi berpikiran sempit, tapi itulan kenyataan yang ia temui selama berada di dunia ini." -hlm 66.


Dan sekali lagi, mari beri applouse untuk kemampuan Kak Ran dalam menggambarkan dunia akting. Sudut pandang Ichi maupun Kanon tidak pernah gagal membuatku kagum. Cara mereka memandang sebuah scene, mengartikan lirik lagu atau bahkan sekadar sebaris kalimat untuk dimanifestasikan menjadi sebuah adegan. Analisis akting yang luar biasa. Inilah hal yang nggak berubah dari novel-novel Kak Ran, baik saat masih menjadi 'Orihara Ran' maupun 'Aranindy'.

Chemistry Ichi dan Kanon juga dibangun perlahan-lahan, bukan jenis instalove dan nggak dimunculkan tiba-tiba di akhir cerita begitu saja.

Para pembaca, apalagi penggemar novel-novelnya kak Ran pasti bisa menebak kalau mereka berdua akan bersatu di akhir cerita. Tapi walaupun bagian itu bisa ditebak dan terkesan 'mainstream', novel ini tetap menyenangkan untuk dibaca.

Karena poin dari novel-novel Kak Ran bukanlah ending kisah cinta yang unpredictable melainkan alur yang unik dan sudut pandang yang berbeda. Itulah yang menjadikan novel-novel Kak Ran anti mainstream. Baca novel kak Ran itu seperti baca cerita detektif ringan yang dibalut romance dengan pendekatan dan sudut pandang yang out of the box


"Siapapun orangnya, manusia biasanya memiliki motif saat melakukan sesuatu. Tidak peduli sekecil apapun tindakannya, selalu ada alasan dibalik itu semua." -hlm 164.


Sayangnya, penjelasan kenapa Kanon itu lamban dalam berbicara dan bergerak tidak dijelaskan penyebabnya. Padahal mengutip kata Kanon, setiap perbuatan manusia pasti ada penyebab yang melatarbelakanginya.

.

.

Sekian ulasan dan impresiku pada novel ini. Karena sudah nggak dicetak ulang lagi, novel ini cukup sulit ditemukan di pasaran. Bagi yang tertarik, bisa coba eksplor shopee atau marketplace lainnya^^

Oh iya, novel terbaru Kak Aranindy, The Paragon Plan, Broadcasting Series 3, katanya akan terbit pertengahan tahun 2021. Temanya sama dengan Aidoru dan Bokutachi no Unmei, yaitu dunia akting. Dan tentu saja, dengan karakter yang lebih matang dan plot yang lebih rapi dari pendahulunya. Nggak sabar ingin ketemu Katyana-Elgar dan Vano-Grisha^^ 

Dan semoga The Confidante Plot, Broadcasting Series 4, my favorite, segera ikut terbit juga, kalo bisa tahun ini. Bagi yang penasaran, TCP masih tersedia lengkap di wattpad, bisa dibaca gratis. Aku saranin segera baca deh, sebelum dihapus. Kalau udah baca, boleh banget diskusi dan ngefangirl bareng aku. Silakan DM aja di instagram @nidacsal_books ^^

Posting Komentar

0 Komentar