Rekomendasi Novel Teenlit di Ipusnas

Bisa baca buku secara gratis tentu menjadi kebahagiaan tersendiri terutama bagi para booklovers. Apalagi aku, seorang pelajar yang cuma bisa beli satu-dua buku dalam sebulan, itu pun setelah susah payah nabung. Jadi, kalo bisa baca buku tanpa keluarin uang sedikit pun dan tentunya legal, kenapa enggak?

Salah satu alternatifnya yaitu perpustakaan. Tapi karena terbatas jarak dan waktu, susah rasanya untuk sering berkunjung. Apalagi dalam situasi pandemi saat ini.



Tapi dunia semakin berkembang. Dengan satu smartphone saja, kita bisa mengakses banyak hal, termasuk aplikasi baca online, seperti Ipusnas. 

Bagi yang belum tau, Ipusnas adalah perpustakaan versi online dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Jadi koleksi disini sudah pasti legal. 

Ipusnas menyediakan banyak sekali koleksi buku dan novel. Koleksinya nggak begitu update, tapi novel-novel terbitan lama yang tersedia disini pun nggak kalah menarik. Genre yang tersedia juga sangat beragam seperti fantasy, romance, teenlit, mistery, thriller dan sebagainya.

Memang, untuk novel-novel populer sulit untuk dipinjam karena antriannya panjang banget. Bahkan ada yang sampe ribuan. Tapi masih banyak novel-novel di ipusnas yang nggak terlalu populer tapi worth it untuk dibaca.

Nah, disini aku ingin merekomendasikan beberapa judul novel teenlit yang pernah aku baca di Ipusnas.


1. The Visual Art of Love - Ary Nilandari

Bunda Ary Nilandari sudah dikenal menghasilkan banyak karya termasuk novel remaja. The Visual Art of Love ini salah satunya. 

Novel ini menceritakan kisah cinta antara seorang mahasiswa desain komunikasi visual yang sedang butuh uang dan seorang penulis novel yang karyanya tak kunjung laku. IGgy, si penulis novel meminta Gemina, si mahasiswi untuk mereview dan membuatkan ilustrasi untuk buku triloginya sebagai bentuk promosi. 

Sebuah hubungan yang berawal dari hubungan bisnis, perlahan-lahan menumbuhkan benih-benih rasa diantara mereka. 

Bukan hanya sekadar cinta-cintaan, bidang design dan kepenulisan juga dijelaskan dengan detail disini. Novel ini cocok bagi kamu yang ingin membaca novel romantis ringan yang nggak butuh banyak mikir dan bisa diselesaikan sekali duduk. 


2. Let Go - Windhy Puspitadewi

Kalau teman-teman suka kisah persahabatan, novel bisa dijadikan pilihan. Menceritakan tentang Caraka yang dipaksa menjadi pengurus mading dan blog sekolah karena masalah yang dibuatnya. Ia pun bertemu dengan tiga pengurus lainnya, yaitu Natan, Nadia dan Sarah.  

Selain menyisipkan love triangle Nadia-Caraka-Sarah, novel ini juga menyajikan persahabatan Caraka dan Natan yang awalnya saling membenci. 

Sedikit peringatan, kalau kamu orang yang mudah terharu, harap sediakan tisu, karena bakal ada adegan mengiris bawang menjelang ending. Aku ikutan nangis di endingnya sih, soalnya aku orangnya emosional, nggak kuat liat yang sedih-sedih;)


3. Teka-Teki Terakhir - Annisa Ihsani


Nah, selanjutnya, novel dari penulis yang tiga karyanya ada disini.  Yup, ada 3 novel dari Annisa Ihsani yang kumasukkan ke postingan ini. Salah satunya yaitu Teka-Teki Terakhir ini. 

Novel ini menceritakan tentang kisah Laura dan tetangganya, Professor Maxwell, ahli matematika yang sedang berusaha memecahkan sebuah misteri di dunia matematika. Apa misteri itu? Bisa teman-teman baca sendiri ya:)

Penulis ini punya gaya menulis ala terjemahan, jadi kalau kamu suka gaya ala terjemahan, bisa dicoba.


4. A Hole in The Head - Annisa Ihsani

Sedangkan novel ini menceritakan tentang Ann dan Jo yang berusaha memecahkan sebuah misteri yang terjadi di penginapan ayahnya, Mönchblick Inn.

Misterinya ringan, jadi bisa dibaca kalau kamu lagi pingin baca misteri tapi nggak pingin banyak mikir. Bersama mereka berdua, pembaca juga akan diajak berkeliling Lauterbrunnen, sebuah desa permai di Swiss. 


5. A untuk Amanda - Annisa Ihsani


Nah, selanjutnya bisa dibilang buku dengan tema terberat diantara 3 judul ini. Novel ini mengangkat tema mental health. Kalau mendengar kata depresi, tentu yang terlintas adalah situasi yang sulit, keadaan ekonomi yang buruk, pembullyan dan semacamnya. 

Tapi pernahkah kamu terpikir tentang depresi yang dialami karena terlalu sempurna? Amanda mengalami ketakutan, ia selalu menganggap nilai A yang dia dapatkan adalah hasil keberuntungan belaka dan selalu ketakutan orang-orang akan menganggapnya penipu begitu keberuntungannya itu habis. 

Aku baru sekali ini baca novel yang membahas tema depresi seperti ini. Agak greget juga ngikutin kelakuan Amanda yang merasa serba kurang dengan kondisinya, tapi disaat yang sama, aku juga cukup relate sama dia. Ngerasa nggak pantas dengan pencapaian yang didapat, tapi aku nggak separah Amanda sih. 

Jadi, bagi yang suka tema mental health, you can give a try to this one!


6. High School Paradise - Orizuka


Berikutnya novel sekolahan super ringan! One of my favorite teenlit! Menceritakan tentang empat cowok pintar yang pingin mendirikan klub sepak bola, tapi dilarang oleh guru olahraga mereka yang galak. Karena tidak kunjung dikabulkan, mereka melakukan protes dengan selalu datang terlambat ke sekolah. Hal ini berlangsung hingga 1,5 tahun. Blurbnya unik banget kan? 

Dan disini teman-teman tidak akan menemukan tokoh cowok badboy jenius yang selalu dapat peringkat atas walaupun nggak pernah belajar. Justru sebaliknya, mereka adalah siswa-siswa 'teladan' yang selalu menghabiskan waktu sepulang sekolah untuk belajar bersama. Aku suka kerealistisan ini:)

Cerita akan dihiasi dengan kisah cinta para tokoh, usaha tak kenal lelah mereka untuk menaklukan si guru olahraga keras kepala serta persahabatan mereka berempat yang menginspirasi!

Sebenarnya novel ini punya 3 seri, tapi aku merekomendasikan untuk baca buku pertama saja. Karena di novel kedua, unsur persahabatannya makin berkurang dan kisah cinta mereka dikisahkan dengan kurang matang dan agak drama. Aku agak kecewa sih. Tapi kalau kamu ingin, silakan dilanjutkan. 

Sayangnya novel kedua tidak ada di ipusnas dan persediaannya di pasaran tentu sudah sangat langka, mengingat tahun terbitnya. 


7. Enigma Pasha - Akaigita

Dan kita sampai pada judul terakhir. Bagi yang menyukai teka-teki, kemungkinan akan menyukai novel ini. Bersama tokoh utama, Sella, kita akan diajak untuk menyelidiki seorang pemuda misterius bernama Pasha. Pasha sering melakukan tindakan absurd dan membingungkan. Pada hari pertamanya pindah saja, dia memecahkan jendela kantin dengan bola bisbol. Dia juga sering bolos sekolah.

Sella, si penyuka teka-teki silang merasa penasaran dengan Pasha. Hubungan mereka semakin dekat, hingga Sella akhirnya mengetahui apa yang disembunyikan Pasha selama ini. Dan tentu saja, romansa antara Sella dan Pasha tidak ketinggalan menghiasi cerita. 

.

Demikian rekomendasi dariku. Sebenarnya ada banyak banget novel bagus di Ipusnas, cuma jarang kesorot aja, jadinya underrated. Sebagai pengguna setia Ipusnas, aku punya berbagai daftar buku-buku menarik yang tersedia di ipusnas. 

Jadi, berikutnya, aku pingin ngasih rekomendasi novel yang ada di Ipusnas lagi, tentu dengan genre yang berbeda. Ditunggu ya!

Posting Komentar

0 Komentar