Judul: Spice and Wolf Remake Season 1
Jumlah Episode: 25
Tayang: Musim Semi 2024
Studio: Passione
Sumber: Light Novel
Genre: Adventure, Drama, Romance, Supernatural
Rating MAL: 8,10
Ratingku: 7/10
.
.
Review
Spice and Wolf adalah salah satu anime yang aku cukup kepo dan gak sabar nunggu tamatnya buat di-maraton.
Kenapa?
Karena ada romance:D
Sebagai pecinta romance, tentu gak boleh ketinggalan anime romantis yang potensial. Apalagi anime ini adalah remake dari adaptasi tahun 2008 dulu.
Aku biasanya cukup tertarik sama kisah yang dapat remake karena dapat adaptasi berulang berarti ceritanya cukup populer dan diminati di kalangan fans, jadi ada jaminan kualitas di sana.
Setelah nonton animenya, aku paham kenapa cukup banyak yang menikmati cerita ini. Dari segi hype, aku rasa gak terlalu populer di Barat ataupun Indonesia. Gak tau di Jepang sendiri gimana. Tapi kemungkinan mereka suka sih, mengingat remake ini langsung dapat konfirmasi season 2 begitu tamat.
Oke, mari mulai menganalisa kelebihan dan kekurangan dari anime remake Spice and Wolf season 1 ini.
Review mengandung spoiler berat, jadi harap pengertiannya. Review ini juga berfokus pada season 1 anime, jadi bisa aja ada poin komplainku yang ternyata dijelaskan di light novel, tapi di-skip di anime.
Pros:
1. Chemistry yang Bagus
Untungnya, harapanku akan romance yang kental ternyata terkabulkan. Hubungan romantis Lawrence dan Holo adalah salah satu aspek utama yang disorot dalam anime ini. Bisa dibilang, hubungan mereka berdua yang bikin aku bertahan nonton.
2. Aspek Ekonomi yang Kental
Bagi yang mengharapkan cerita super ringan, mungkin bakal lumayan kaget saat memulai anime ini. Karena ekonomi dan strategi dagang adalah penggerak konflik utama dalam cerita ini. Aku sendiri udah tau kalau Spice and Wolf bakal berpusat pada tema ini, jadi gak kaget.
Aku sendiri yakin kalau ada yang nge-drop Spice and Wolf karena aspek ekonominya. Tapi menurutku, justru itulah uniknya anime ini. Jarang-jarang aku nemu anime bagus yang menjadikan bisnis dagang sebagai topik utama, lumayan jadi angin segar.
3. Karakterisasi Holo
Aku yakin sebagian besar penonton (terutama cowok-cowok;) nonton anime ini karena suka Holo. Secara penampilan, Holo memang atraktif, bahkan dalam universenya sendiri begitu;) Sampe ada konflik gegara memperebutkan dia.
Tapi aku paham. Karakter Holo memang sangat menarik. Apalagi cara dia menunjukkan afeksi kepada Lawrence yang gak pake malu-malu serigala. Sikap yang agresif semacam itu membuat cerita dan hubungan mereka jadi lebih berwarna.
Selain memiliki otak yang cerdas, Holo juga sangat bisa diandalkan kalau berkaitan dengan bertarung dan mobilitas. Dengan transformasi serigalanya, Holo bisa membantu Lawrence untuk menyelesaikan masalah yang gak bisa dia selesaikan dengan komunikasi atau negoisasi semata.
Kompleksitas konflik mentalnya juga dapet. Rasa kesepian dan ketakutan akan ditinggalkan oleh orang lain menjadikan Holo sensitif akan topik-topik tertentu.
Aku juga suka banget suaranya Holo. Mungkin penonton yang gak familiar dengan bahasa Jepang gak sadar, tapi cara bicaranya Holo itu kuno banget. Aku lumayan kaget pas pertama kali dengar, tapi langsung suka abis itu. Unik aja soalnya. Kontras dengan penampilan Holo yang kayak anak gadis.
4. Sneak Peak Masa Depan
Aku dapat informasi dari baca-baca komentar orang luar, kalau bagian Holo yang bercerita kepada anak perempuan berambut perak itu bukan dari light novel, alias inisiatif dari pihak produksi.
Aku sendiri suka akan keputusan untuk memperlihatkan masa depan ini, karena bakal bikin pembaca makin semangat buat lanjut menonton dan melihat gimana Holo dan Lawrence sampai di titik ini.
Aku yakin semua penonton udah tahu kalau mereka berdua bakal berakhir bersama, jadi gak ada gunanya juga ditutupin. Mending disodorin langsung:D
Cons:
1. Karakterisasi Lawrence yang Kurang Nendang
Sesuka apapun aku sama pasangan ini, aku tetap gak bisa mengabaikan kurangnya karakterisasi Lawrence sebagai pemeran utama pria, apalagi kalau dibandingkan dengan Holo yang jauh lebih kompleks.
Sikapnya sendiri udah oke, bisa mengimbangi tingkahnya Holo. Tapi latar belakangnya kurang kuat. Satu-satunya yang penonton ketahui tentang kisah masa lalu Lawrence adalah salah satu kenalannya pernah dimakan serigala.
Sayangnya, aspek ini gak pernah diungkit-ungkit lagi, padahal bisa jadi plot point yang signifikan untuk dieksplor dalam keberlanjutan hubungannya dengan Holo.
Bisa aja masa lalu Lawrence diungkap di season selanjutnya. Meski begitu, nyaris gak ada set up dari season ini, jadi walaupun ternyata disimpan buat nanti, tetap aja kurang petunjuk yang bisa menggugah rasa ingin tahu penonton dari awal.
Sayang aja sih. Soalnya aku lumayan suka karakternya. Cuma kalau dibandingin sama Holo sebagai pasangannya, Lawrence jauh kebanting.
2. Beberapa Konflik yang Terasa Dipaksakan
Ada beberapa bagian yang bikin aku menyerngitkan dahi karena bingung. Contoh paling utamanya itu adalah pertengkaran Lawrence dan Holo di episode 16. Aku tahu banyak yang suka adegan itu. Tapi aku sendiri justru bingung.
Aku gak paham kenapa Holo ambil kesimpulan kalau Lawrence menyembunyikan soal kehancuran kampung halamannya karena niat buruk. Kalau seandainya ini terjadi saat mereka baru mengenal, aku paham. Tapi mereka udah berkelana cukup lama.
Holo pasti tahu kalau Lawrence gak mungkin berpikiran kayak gitu. Aku ngerti kalau dia lagi emosional. Tapi aku gak paham kenapa Holo langsung nuduh Lawrence yang enggak-enggak. Oke kalau dia kecewa, tapi kesimpulan yang dia ambil itu yang bikin aku bingung.
Terus kenapa Lawrence diam aja? Menurutku, konflik ini bakal cepat selesai kalau Lawrence langsung menjelaskan kalau dia gak mau Holo terluka karena informasi yang belum pasti. Tapi Lawrence di sini bersikap seolah-olah dia ngelakuin kesalahan besar, padahal enggak.
Kalau seandainya Lawrence nyembunyiin berita ini saat dia udah yakin akan kebenarannya dan terus melanjutkan perjalanan tanpa memberita tahu Holo, masuk akal kalau dia ngerasa bersalah sampai gak bisa berkata-kata. Tapi di sini bukan itu yang terjadi. Dia sendiri mau nyari informasi pasti dulu sebelum ngasih berita buruk ke Holo.
Aku ngerti kalau para tokoh, apalagi saat menghadapi konflik sangat mungkin untuk mengambil keputusan yang tidak rasional ataupun salah ucap. Tapi ini bisa diterima asalkan sesuai dengan karakternya.
Aku bakal kasih contoh eksekusi konflik salah paham yang bagus dari Blue Lock season 1 episode 12 (sama Episode Nagi). Bagi yang gak mau terspoiler, silakan di-skip bagian ini.
*
Dalam Blue Lock season 1 episode 12, hubungan Nagi dan Reo mengalami keretakan karena miskomunikasi. Sebelumnya, penonton sudah diperlihatkan seberapa bangganya Reo terhadap Nagi dan sikap Nagi yang minim bicara dan jarang menunjukkan emosi.
Saat Nagi bilang mau gabung dengan tim Isagi, kita bisa lihat seberapa 'enteng'nya dia membuat keputusan untuk pergi dari sisi Reo ini. Cara bicara dan ekspresi Nagi yang apatis jadi senjata makan tuan di sini.
Jadi wajar kalau Reo ngerasa kalau dia udah dibuang. Tapi bagi yang udah baca manga Episode Nagi atau movienya, pasti tahu kalau Nagi gak punya pikiran buruk.
Dia cuma mikir kalau ini adalah langkah paling masuk akal untuk meningkatkan kemampuannya demi menggapai impiannya dan Reo bersama. Tapi karena dia gak pandai berkomunikasi, terjadilah salah paham.
Kenapa konflik ini masuk akal?
Karena nyambung dengan karakter Nagi dan Reo. Kita tahu kalau ekspresi dan nada suara Nagi jarang banget berubah, gak peduli sedih ataupun senang. Meskipun mereka berteman dekat, Nagi selalu dipaksa Reo untuk ikut latihan dan bergabung dengan Blue Lock, jadi melihat Nagi yang berinisiatif untuk bergabung dengan tim Isagi tentu bikin Reo syok.
Kita tahu ketergantungan Reo terhadap Nagi, sebagai harapan satu-satunya Reo dalam menggapai mimpinya memenangkan piala dunia.
Akar permasalahan di konflik ini juga salah paham, tapi masuk akal dari sisi karakter. Nagi gak pandai dalam mengkomunikasikan pikirannya, yang akhirnya bikin Reo salah paham sehingga terjadi konflik.
Sedangkan dalam Spice and Wolf, Lawrence dan Holo terasa di luar karakter. Penulisnya terkesan memaksakan konflik ini terjadi sehingga terasa kurang natural.
*
3. Tokoh sampingannya gak terlalu memorable
Sebelumnya aku sempat bilang kalau hubungan Holo dan Lawrence-lah yang bikin aku tahan nonton. Salah satu alasannya adalah karena karakter sampingannya gak menarik perhatian, baik dari segi design maupun karakterisasi.
Mungkin ada satu dua yang lumayan, kayak Amati, Diana sama teman sesama pedagang Lawrence (lupa siapa namanya, pokoknya yang bantuin dia ngelawan Amati). Sisanya enggak sama sekali. Enggak jelek, tapi gak menonjol sama sekali.
4. Transformasi Holo Pertama Kali
Di episode 1, kita diperlihatkan reaksi horor Lawrence saat ngeliat transformasi Holo untuk pertama kalinya. Tentunya bakal ada ekspektasi dari penonton tentang penampilan Holo sebagai serigala bakal semenakutkan apa. Tapi waktu Holo transformasi di episode 6, jujur gak kelihatan ngeri sama sekali;) Daripada serigala buas, malah keliatan kayak anjing raksasa.
Tapi transformasi berikutnya, terutama yang keduanya bagus. Ditunjukin gimana proses perubahannya dan dikasih latar belakang hujan dan petir. Mantap banget:D (walau wujudnya tetap lucu sih)
.
.
Demikianlah review dari Spice and Wolf Season 1 dariku.
Sejujurnya, masih ada satu isu lagi yang aku kurang suka dari anime ini, yaitu arc Amati, tapi bakal kepanjangan kalo ini kumasukin juga. Kalo mood, bakal aku bahas. Gak janji sih:D
Bisa dibilang alasan aku tetap tertarik mengikuti anime ini lebih karena hubungan romantis dan eksplorasi ekonominya. Kalo gak ada dua unsur ini, pasti udah berhenti nonton aku:D
Tapi tetap asik kok. Animasinya jernih, voice actingnya asik, musiknya santai.
Intinya, bagi yang suka romance dengan petualangan yang berbalut bisnis dan dagang, bisa langsung nonton aja anime ini.
See you in the next review!









0 Komentar