Analisa Karakter Askeladd, Vinland Saga: Salah Satu Antagonis Terbaik di Dunia Animanga

[Perhatian! Postingan ini mengandung spoiler anime Vinland Saga Season 1]



Askeladd adalah tokoh antagonis yang sangat menarik untuk dibahas. Dan menurutku pribadi, Askeladd adalah salah satu tokoh antagonis terbaik dari semua anime/manga yang pernah kunonton/baca. 

Askeladd itu unik karena selain perannya sebagai antagonis utama dalam Vinland Saga season 1, ia juga merupakan mentor bagi Thorfinn, si tokoh utama. Dinamika keduanya yang tidak bisa hubungan antagonis-protagonis ini tidak sesederhana kebencian belaka. 

Apalagi dengan perhatian dalam yang diberikan mangaka terhadap Askeladd dan kisahnya. Gak mengherankan kalau sebagian penonton mendapat kesan bahwa Askeladd lebih terasa sebagai tokoh utama dibanding Thorfinn yang jauh lebih pasif di season 1. 

Jadi, di postingan kali ini, aku akan menganalisa cara Makoto Yukimura-sensei meramu karakterisasi Askeladd hingga menjadi salah satu tokoh favorit di kalangan penggemar manga Vinland Saga. 

Untuk analisa ini, aku akan mendasarkan pada anime, bukan manga. Aku tahu ada beberapa perbedaan antara manga dan anime, terutama bagian pembukanya.

Mari kita mulai!


1. Kemunculan Pertama yang Menarik Perhatian


Di anime, Askeladd pertama kali muncul di episode 2 bersama Floki, interaksi yang dilanjutkan dengan episode berikutnya. Dari tindak-tanduknya, penonton bisa melihat gaya Askeladd yang percaya diri dan angkuh dalam negoisasinya dengan Floki. 

Tapi yang paling berkesan tentu saja saat Bjorn melempar tombak sebagai peringatan terhadap Floki yang berakhir menembus dada seorang prajurit Jomsviking. Dengan impresi awal ini, posisi Askeladd sebagai antagonis yang tangguh berhasil dikukuhkan. 


2. Interaksi dengan Thors


Berikutnya, interaksi Askeladd saat berhadapan dengan Thors juga memperkenalkan kemampuannya lebih jauh. Penonton dapat melihat keahliannya dalam berpedang, menggunakan trik dalam menyerang. Tentu saja, karena lawannya adalah Thors, Askeladd tampak agak lemah, meskipun sebenarnya ia sangat ahli dalam bertarung. 

Hal pertama yang memperlihatkan kekompleks-an karakter Askeladd adalah saat ia menawarkan Thors untuk menjadi pemimpin dari grup Vikingnya. Meskipun Askeladd dengan cepat menarik tawarannya dan menutupinya dengan alasan candaan, jelas sekali kalau ia sebenarnya serius. Apalagi setelah menyaksikan masa lalu Askeladd dan ibunya. 

Citranya sebagai antagonis dimulai ketika ia 'mengkhianati' perjanjiannya dengan Thors ketika Bjorn menyandera Thorfinn kecil. Tapi dari sumpah atas nama ibunya dan perkataannya terhadap Ari, bisa dilihat kalau Askeladd menaruh respek pada Thors dan resolusinya. 


3. Sikapnya yang Santai


Ketika Thorfinn bergabung dengan grup Askeladd, penonton bisa melihat sikapnya dalam sehari-hari. Askeladd sering bergurau, berpura-pura bodoh dan sangat santai. 

Kontras yang ditampilkan setelah aksinya membunuh Thors ini tentu saja menimbulkan kebingungan bagi penonton. Dalam cerita biasa, Askeladd akan menjadi tokoh dua dimensional yang tidak punya layer sama sekali agar penonton tidak simpati padanya. Apalagi fokus utama dari season 1 adalah balas dendam. 


4. Pemimpin yang Karismatik dan Cerdik


Berkali-kali penonton diperlihatkan bagaimana Askeladd menyusun rencana untuk mendapatkan uang dan kejayaan yang diinginkannya. Keahliannya ini membuat Askeladd disegani oleh para pengikutnya. 

Meski nantinya ia dikhianati oleh rombongannya sendiri, Askeladd tidak kehilangan kecerdikannya yang membuat Raja Sweyn sampai mewaspadai Askeladd hingga menggunakan taktik licik untuk menjatuhkannya.  


5. Kekejaman dan Kemanusiaan yang Seimbang


Sejak awal cerita, aku udah yakin kalau Askeladd bakal mati. Bukan karena tokoh utamanya berfokus pada balas dendam, tapi dari cara Yukimura-sensei menunjukkan tingkah lakunya. 

Untuk tokoh 'jahat' yang akan dapat redemption arc, biasanya penulis tidak akan menunjukkan aksi 'jahatnya' secara langsung di depan mata penonton. Hal ini bertujuan untuk membuat momen si tokoh 'jahat' berpindah ke sisi protagonis tidak diperdebatkan secara moral. 

Tapi kekejaman Askeladd (beserta krunya) ditunjukkan dengan sangat kentara, dimulai dari menjarah desa-desa, menjual penduduknya sebagai budak, dan membunuh pria, wanita, hingga anak-anak tanpa pandang bulu. 

Dengan memperlihatkan semua itu kepada penonton, Yukimura-sensei seolah menyampaikan alasan kenapa Askeladd tidak mungkin diselamatkan dari jalan yang dipilihnya dan kenapa akhir hidup Askeladd sudah paling sesuai untuk orang sepertinya. 


6. Kisah Masa Lalu Yang Rumit


Sebagai darah campuran, Askeladd memiliki sudut pandang awal yang unik terhadap orang Danes dan Wales. Sejarah ayah dan ibunya sangat mempengaruhi hidup Askeladd kedepannya. Obsesinya dengan raja yang pantas untuk dilayani juga berakar dari obsesi sang ibu yang membuatnya mengikuti Canute sebagai raja yang dipilihnya. 

Masa lalu ini jugalah yang membuatnya membunuh Raja Sweyn. Menyelamatkan Wales, kampung halaman ibunya dan menyelamatkan Canute, raja yang telah ia nanti.  


7. Akhir Hayat yang Mengesankan


Episode terakhir Vinland Saga season 1 pastilah sangat mengejutkan bagi penonton. Walaupun aku tahu Askeladd bakal mati, aku gak nyangka bakal se-'meriah' itu. Apalagi waktu paham maksud judul 'End of the Prologue'-nya. Speechless aku habis nontonnya;)  

Bagian terpenting dari momen ini tentu saja kata-kata terakhir Askeladd. Akumulasi dari semua interaksi Askeladd dan Thorfinn dari awal hingga akhir dan juga perkembangan karakter Askeladd yang samar, namun brilian.


9. Dinamika hubungan Askeladd dan Thorfinn


Aku sengaja simpan ini buat dibahas paling akhir. Bicara soal Askeladd, tentu kita gak boleh lupa dengan dinamika paling krusial dari season 1 ini, Askeladd dan Thorfinn. 

Sepanjang cerita, penonton diperlihatkan bagaimana hubungan Thorfinn dan Askeladd yang awalnya hanya sekadar musuh dan target perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih kompleks. 

Askeladd membiarkan Thorfinn kecil mengikutinya kemungkinan hanya karena respek kepada Thors. Berkali-kali diperlihatkan betapa tidak pedulinya Askeladd terhadap hidup Thorfinn. 

Melemparkannya langsung ke hadapan Thorkell, prajurit Viking terkuat setelah Thors, meninggalkannya setelah situasi tidak memungkinkan, dan menyerahkan tugas yang berbahaya padanya. Dilihat dari sudut mana pun, Askeladd itu gak baik sama sekali kepada Thorfinn. 

Lalu kenapa banyak orang dengan yakin bilang kalau Askeladd itu merupakan ayah kedua Thorfinn? 

Yang pertama, karena nasib naas Thors, Thorfinn hanya menghabiskan sedikit waktu dengan ayah kandungnya. Sisa hidupnya yang Thorfinn isi dengan mengikuti Askeladd jauh lebih lama dari masa kecilnya bersama Thors. Mau diakui ataupun tidak, pengaruh Askeladd tentu saja berakar sangat kuat dalam batin Thorfinn. 

Yang kedua, Askeladd mengajarkan berbagai hal kepada Thorfinn. Percakapan mereka saat fajar di reruntuhan, saran Askeladd dalam pertarungan kedua Thorfinn melawan Thorkell, hingga ceramahnya setelah kematian Bjorn, terkait aksi 'balas dendam' gagal Thorfinn yang tidak masuk akal.

Yang paling utama, tentu saja kata-kata terakhir Askeladd untuk Thorfinn. Dibalik eksterior eksentrik dan keras Askeladd, ia sepenuh hati berharap agar Thorfinn segera keluar dari neraka balas dendamnya itu. Ia ingin Thorfinn menjadi sosok Askeladd yang belum tersesat terlalu jauh. Sosok yang masih bisa kembali menjadi baru. 

Thorfinn pun juga sama. Meski selalu berteriak ingin menghabisi Askeladd, kedekatannya dengan Askeladd menimbulkan perasaan yang rumit terhadap pembunuh ayahnya tersebut. Dibuktikan dengan betapa hilangnya akal Thorfinn begitu melihat Askeladd yang bersimbah darah dan ketidakmampuannya untuk menghabisi nyawa Askeladd di saat yang seharusnya sudah ia nanti itu. 

Tak dapat dipungkiri, masa-masa bersama Askeladd adalah saat-saat paling berpengaruh bagi Thorfinn di masa depan, buruk maupun baiknya. 

.
 
Begitulah analisis mendalam dari Askeladd, Vinland Saga. Sejujurnya, masih banyak lagi yang bisa dikulik dari tokoh super kompleks ini. Pertemanannya dengan Bjorn, kebenciannya terhadap orang Danes, hubungannya dengan Canute terutama terkait Wagner. 

Tapi untuk sekarang, sampai di sini dulu ya. 

Selanjutnya, aku akan posting ulasan anime Vinland Saga season 1 dan 2. Seharusnya sih review animenya duluan, baru analisis karakter. Tapi aku gak sabar banget buat membahas Askeladd, jadinya begini deh. 

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman pembaca sekalian. 

See you in my next post.  

Posting Komentar

0 Komentar