(Perhatian! Postingan ini mengandung spoiler anime Blue Lock Season 1)
Judul: Blue Lock
Jumlah Episode: 24
Tayang: Musim Gugur 2022
Studio: 8bit
Sumber: Manga
Genre: Sport
Rating MAL: 8,24
Ratingku: 8/10
Review:
Sebagai penikmat genre sport, aku udah nonton cukup banyak anime dengan kategori ini. Sebut aja Kuroko no Basket, Haikyuu!, Diamond no Ace, Area no Kishi, Chihayafuru, dan yang lain-lain. Aku sendiri suka karena bisa dapat info yang dalam soal olahraga yang aku gak familiar. Nambah ilmu juga gitu.
Sejak anime ini awal rilis dulu, aku udah denger popularitasnya yang bikin penjualan manganya di tahun 2023 melampaui One Piece dan Jujutsu Kaisen.
Tapi aku baru mulai nonton Blue Lock justru karena kepo sama movie-nya yang tayang bulan Agustus lalu. Akhir-akhir ini, aku ketagihan nonton di bioskop, jadinya selalu mantau film apa aja yang bakal tayang. Dan sebagai penggemar anime yang gak terlalu sering tayang di kota tempat aku tinggal, aku sangat bersemangat kalau ada anime movie keluar.
Jadi, waktu nemu judul Blue Lock: Episode Nagi waktu lagi scrolling di aplikasi TIX ID, aku jadi kepo. Aku pun mutusin untuk nonton season 1 dulu, nanti kalau seandainya aku suka, baru deh mampir ke bioskop.
Dan... kabar baiknya, aku emang suka. Banyak elemen yang unik dan menarik di anime ini yang cukup berbeda dari anime sport kebanyakan. Tapi ada juga beberapa hal yang bikin aku frustasi.
Yuk kita bahas satu-satu.
Pros:
1. Ideologi Ego
Satu hal yang bikin Blue Lock beda dari yang lain adalah ideologi egois yang dijadikan sebagai pondasi utamanya. Kalau bicara soal anime sport, pasti identik dengan the power of friendship dan kerja sama tim. Tapi Blue Lock justru mengambil jalur sebaliknya, menekankan pentingnya rasa egois sebagai kunci untuk menjadi striker terbaik di dunia.
Waktu awal nonton, aku penasaran akan bagaimana sang mangaka mengeksekusi tema yang anti-mainstream ini. Karena bagaimana pun juga, sepak bola dimainkan dengan 11 orang.
Dan setelah nonton sampai akhir, bisa dibilang aku puas dengan keputusan yang diambil mangaka dalam mempertahankan ideologi egois ini. Ada keseimbangan yang pas antara egoisme dan kerja sama antar pemain. Jujur, aku kagum dengan cara mangaka menghandle tema ini tanpa melintasi batas toxic.
Emang ada pengkhianatan, individualisme, menghalalkan segala cara dengan intensitas tinggi. Tapi semua itu masih terasa 'manusiawi' dengan mengorek sifat tidak mau kalah, ingin menang sendiri, dan merasa senang ketika menghancurkan orang lain. Kedengarannya toxic, tapi kejujuran dalam mengakui keinginan individualis ini yang membuat ideologi egoisme dalam Blue Lock menjadi sangat menarik dan raw.
I don't hate this kind of perspective. It's very human after all.
2. Perkembangan karakter Barou, Nagi, dan Bachira
Barou. Tipe tokoh yang berapi-api begini bukan kesukaanku, tapi aku suka jalur yang dipilih mangaka untuk memperdalam karakterisasinya. Terutama bagian Barou nolak untuk mengoper bola ke Isagi setelah kepercayaan dirinya nyaris hancur dan memilih menjadi villain daripada menyerah dan menjadi karakter pecundang yang menyerah akan mimpinya. Gak terduga, tapi pas banget dengan tema egoisme yang diusung Blue Lock. Ini yang kumaksud dengan eksplorasi ideologi sebelumnya.
Nagi. Setelah dikalahkan tim Z dan Isagi, ketertarikannya pada sepak bola makin meningkat dan ia ingin terbang lebih tinggi lagi. Aku kaget banget waktu Nagi memutuskan untuk meninggalkan Reo dan bergabung dengan tim Isagi. Masuk akal dari segi plot, tapi kasian Reo. Apalagi abis nonton movie-nya. Dinamika Nagi-Reo juga salah satu yang terbaik di anime ini menurutku (manga juga).
Bachira. Aku suka karakter Bachira, tapi gak terlalu relate sama konflik batinnya, monster dan semacamnya itu. Jadinya aku gak merasa emosional, tapi tetap kasian waktu Bachira merasa tertinggal saat Isagi dan Rin tidak memedulikannya. Jadi aku senang banget waktu dia akhirnya berhenti bergantung si monster dan Isagi, menemukan egonya untuk bertarung sendiri.
TLDR: Tokoh favoritku, Nagi Seishiro.
Aku tau dia ini populer bahkan sebelum nonton. Dan aku paham kenapa sekarang:D
Aku suka Nagi gara-gara gaya permainannya yang stylish. Asik aja gitu ngeliat teknik trapping-nya. Terus dia ucul banget:D
PS. hkfhvblskigyfkhk!!*indescribable fangirling noises
Cons:
1. Down time yang sangat-sangat-sangat kurang
Komplain terbesarku akan anime ini adalah interaksi antar tokoh yang sedikit banget. Baru selesai pertandingan, langsung lanjut lagi. Interaksi di luar pertandingan cuma sebentar. Padahal aku suka chemistry tokoh-tokohnya.
Bahkan di episode 23, akhir pertandingan vs tim Rin dan awal pertandingan dengan tim luar negeri terjadi di episode yang sama. Cuma ada Rin dan Isagi ngobrol dikit. Dimana interaksinyaaa?!!
Aku cerewet banget soal down time, karena ini penting banget untuk karakterisasi para tokoh, untuk ngeliat dinamika mereka di luar sepak bola, dan membangun chemistry antar tokoh. Padahal adegan bonus di setiap akhir episode asik banget, sekaligus menambah pemahaman penonton akan para tokoh.
Aku tau fans anime zaman sekarang sering komplain waktu downtime (liat aja respon anime Demon Slayer season 4 kemaren;) Tapi tetap aja interaksi luar arena itu penting. Pertandingan terus-menerus bakal bikin stakenya terasa kurang karena tidak adanya build up.
Untungnya, paruh keduanya punya cukup banyak interaksi dibandingkan paruh pertama. Jadi lumayan mengurangi komplain aku;)
2. Set up awal yang lemah
Seperti yang bisa diliat di pros poin ke-2, aku suka perkembangan ketiga tokoh tersebut. Selain karena alasan yang udah aku sebutin di atas, salah satu penyebab utamanya adalah set up yang sudah disiapkan dari awal.
Barou, Bachira dan Nagi adalah tokoh yang sudah muncul di paruh pertama dan mendapatkan character development di paruh kedua. Karena hal ini, karakter mereka terasa lebih matang. Alhasil, aku sangat menikmati paruh kedua Blue Lock dibandingkan paruh pertamanya yang kurang set up.
Bonding anggota Tim Z terasa terlalu cepat sehingga waktu pengkhianatan Kuon terjadi pun, aku gak ngerasa gimana-gimana. Soalnya emang belum ngerasa dekat dengan dia. Dan pertandingan seleksi pertama, kecuali pertandingan melawan tim V, gak terasa semenarik itu karena semuanya terasa terlalu cepat.
Kabar baiknya, di paruh kedua, animenya berfokus pada tokoh-tokoh yang sudah dibangun terlebih dahulu, sehingga perkembangan mereka terasa jauh lebih memuaskan.
.
.
Kalau aja ada lebih banyak interaksinya, Blue Lock punya potensial untuk menyaingi Haikyuu! sebagai anime sport terbaik dari segi plot dan karakterisasi. Apalagi dengan ideologi unik yang dieksplornya. Sayang banget sih.
Dan soal animasi. Aku tahu ada banyak komplain tentang penurunan kualitas animasi dan aku juga notis itu. Tapi aku gak terlalu masalah sih. Emang CGI-nya kadang bikin aku ketawa karena keliatan konyol, tapi bagiku gak seburuk itu. Momen-momen penting dihighlight dengan baik dan aku gak terlalu peduli dengan figur tokoh yang kurang proporsional kalau diperhatiin baik-baik.
Kesimpulannya, Blue Lock adalah anime sport dengan tema yang unik dan worth it untuk ditonton. Apalagi season 2-nya bakal keluar bulan Oktober ini. Gak sabar banget!






0 Komentar